Peran Religiusitas terhadap Quarter-Life Crisis (QLC) pada Mahasiswa

 

Peran Religiusitas terhadap Quarter-Life Crisis (QLC) pada Mahasiswa


Studi dalam jurnal ini menemukan bahwa religiusitas memiliki peran yang signifikan dalam meredakan Quarter Life Crisis (QLC) pada mahasiswa. Religiusitas bertindak sebagai mekanisme koping (pertahanan mental) yang membantu individu menemukan makna hidup, mengurangi kecemasan, dan memberikan arah di tengah ketidakpastian masa depan.
Berikut adalah ringkasan poin kunci mengenai peran tersebut:
  • Penerimaan Diri: Tingkat religiusitas yang tinggi berkorelasi dengan rasa syukur dan tawakal yang lebih baik, membantu mahasiswa menerima kenyataan dan meminimalkan keraguan diri (self-doubt).
  • Koping Stres: Nilai-nilai agama membantu mahasiswa mengelola kecemasan akademik dan ketidakpastian karier, mengubah persepsi akan krisis menjadi tantangan yang lebih positif.
  • Makna Hidup: Komitmen spiritual memberikan tujuan hidup yang lebih jelas, mengurangi kehampaan dan perasaan tertinggal (FOMO) dibandingkan teman sebaya.
Untuk membaca pembahasan selengkapnya dari penelitian terkait, Anda dapat mengakses artikel asli dan melihat metodologi penelitian kuantitatifnya secara langsung melalui repositori Neliti atau laman resmi Gadjah Mada Journal of Psychology.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar