HALAQAH 59 - 61 Syafaat

 

Halaqah – 59 Syafaat Bagi Para Pelaku Dosa Besar Bagian 1

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-59 dari Silsilah ‘Ilmiyah Beriman kepada hari akhir adalah tentang “Syafa’at Bagi Para Pelaku Dosa Besar Bagian Pertama”

Setelah sebagian orang-orang yang beriman selamat melewati neraka, maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan memberikan izin kepada mereka, untuk memberikan syafaat kepada saudara-saudara mereka, orang-orang yang beriman yang terjatuh ke dalam neraka.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda didalam hadīts Abū Said Al-Khudri Radhiyallāhu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Bukhāri dan Muslim,

◆Ketika orang-orang yang beriman selamat dari neraka, maka demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya tidak ada yang lebih gigih di dalam memohon kepada Allāh , hak saudara-saudara mereka yang jatuh ke dalam neraka dari pada orang-orang yang beriman di hari kiamat.

Mereka berkata, Wahai Rabb kami, saudara-saudara kami dahulu mereka shalāt bersama kami, berpuasa bersama kami dan haji bersama kami.

◆ Ini menunjukkan tentang keutamaan berteman dengan orang-orang shālih dan melakukan ibadah-ibadah tersebut bersama mereka.

Kemudian Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

Maka Allāh berkata, “Keluarkanlah oleh kalian orang-orang yang kalian kenal. Maka diharamkanlah wajah-wajah mereka atas neraka (Maksudnya orang-orang yang beriman yang melakukan dosa besar dan disiksa di dalam neraka akan dilindungi wajah-wajah mereka dari api neraka, sehingga bisa dikenal)

Mereka pun mengeluarkan banyak orang. Ada di antaranya yang api neraka sudah membakar sampai pertengahan kedua betisnya. Dan ada yang sampai kedua lututnya. Kemudian mereka berkata, “Wahai Rabb kami tidak sisakan seorangpun yang Engkau perintahkan untuk kami keluarkan?

Allāh berkata,

Kembalilah kalian, Barang siapa yang kalian dapatkan di dalam hatinya ada kebaikan, seberat satu dinar, maka keluarkanlah.

Mereka pun kembali mengeluarkan banyak orang. Kemudian mereka berkata, “Wahai Rabb kami tidak sisakan seorangpun yang Engkau perintahkan untuk kami keluarkan”

Maka Allāh berkata,

Kembalilah kalian, Barang siapa yang kalian dapatkan di dalam hatinya ada kebaikan, seberat setengah dinar, maka keluarkanlah.

Mereka pun kembali mengeluarkan banyak orang. Kemudian mereka berkata, “Wahai Rabb kami tidak sisakan seorangpun yang Engkau perintahkan untuk kami keluarkan.

Maka Allāh berkata,

Kembalilah kalian, Barang siapa yang kalian dapatkan di dalam hatinya ada kebaikan, seberat satu dzarrah, maka keluarkanlah.

Mereka pun kembali mengeluarkan banyak orang.

Dzarrah artinya adalah semut, itu yang dikenal oleh orang Arab. Mereka mengatakan semut kecil itu dengan dzarrah, jangan diartikan dengan biji sawi atau yang semisalnya, dzarrah menurut orang Arab adalah semut.

Kemudian Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

Mereka berkata, “Wahai Rabb kami tidak sisakan di dalam neraka seorangpun yang memiliki kebaikan”

Allāh berkata,

Para malāikat telah memberikan syafā’at, para nabi telah memberikan syafā’at dan orang-orang yang beriman telah memberikan syafā’at . Dan tidak tersisa, kecuali Dzat Yang Maha Penyayang.

Kemudian Allāh menggenggam satu genggaman dari neraka, dan mengeluarkan kaum yang tidak pernah beramal sedikitpun.

Keadaan mereka telah menjadi arang.

Kemudian mereka dilempar ke dalam sungai yang berada di mulut-mulut surga (yang dinamakan dengan sungai kehidupan).

Mereka pun tumbuh seperti tumbuhnya benih di dalam lumpur sisa banjir (Maksudnya akan dengan cepat tumbuh, karena benih yang berada di dalam lumpur sisa banjir akan lebih cepat tumbuh disebabkan banyaknya faktor yang mendukung, seperti tanah yang lembut, air yang memadai dan adanya unsur-unsur yang bermanfaat. Sebagaimana hal ini diketahui oleh para ahli)

Kemudian Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

Apakah kalian pernah melihat benih yang tumbuh, ketika dekat dengan batu atau pohon? bagian yang dekat dengan matahari akan berwarna kuning dan hijau. Dan yang lebih dekat dengan bayangan maka akan berwarna putih.

Maksudnya ada yang mengatakan bahwasanya bagian badan yang terbakar yang lebih dekat dengan surga akan lebih cepat sempurna dari pada bagian badan yang lebih dekat dengan neraka.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Kemudian mereka akan keluar seperti mutiara. Dan di leher-leher mereka ada khawatim, yang dikenal oleh para penduduk surga.”

Sebagian mengatakan bahwasanya yang dimaksud dengan
khawatim (beberapa barang yang terbuat dari emas yang dikalungkan di leher mereka)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

Maka berkatalah para penduduk surga, “Mereka adalah orang-orang yang Allāh bebaskan”Allāh telah memasukkan mereka ke dalam surga tanpa sebab amalan yang mereka amalkan dan tanpa sebab kebaikan yang mereka lakukan.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

Halaqah – 60 Syafaat Bagi Para Pelaku Dosa Besar Bagian 2

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-60 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang “Syafa’at Bagi Para Pelaku Dosa Besar Bagian Kedua”

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam akan memberikan syafa’at untuk umatnya, para pelaku dosa besar yang disiksa di dalam neraka.

Di dalam hadīts Anas bin Mālik Radhiyallāhu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Bukhāri dan Muslim, bahwasanya Nabi Shallallāhu ‘alayhi wa sallam akan meminta izin kepada Allāh untuk memberi syafā’at dan beliau diizinkan.

Maka Allāh akan mengilhamkan kepada beliau pujian-pujian yang sebelumnya tidak pernah diajarkan kepada beliau di dunia.

Dan beliau bersujud, maka dikatakan kepada beliau, “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, Berkatalah….. engkau akan didengar perkataanmu,
Mintalah……. maka kamu akan diberi, dan berikanlah syafā’at, maka akan diterima syafā’atmu.

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata, “Wahai Rabb-ku, umatku… umatku….”

Dikatakan kepada beliau,

Pergilah engkau dan keluarkanlah dari neraka orang yang didalam hatinya ada iman sebesar biji gandum.

Maka beliau pergi dan melakukannya, Kemudian beliau kembali lagi dan kembali memuji Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan sujud kepada-Nya, maka dikatakan kepada beliau,

“Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, Berkatalah……. maka akan didengar perkataanmu.
Mintalah….. maka kamu akan diberi. Dan berikanlah syafā’at, maka akan diterima syafā’atmu.

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata, “Wahai Rabb-ku, umatku… umatku….”

Dikatakan kepada beliau,

Pergilah engkau dan keluarkanlah dari neraka orang yang di hatinya ada iman sebesar dzarrah atau qardalah yaitu biji sawi.

Maka beliau pergi dan melakukannya, Kemudian beliau kembali lagi dan kembali memuji Allāh dan sujud kepada-Nya, dikatakan kepada beliau,

“Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, Berkatalah….. niscaya akan didengar perkataanmu.
Mintalah…… niscaya akan diberi permintaanmu dan berikanlah syafā’at, maka akan diterima syafā’atmu.

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata, “Wahai Rabb-ku, umatku… umatku….”

Dikatakan kepada beliau,

Pergilah kamu dan keluarkanlah dari neraka orang yang di hatinya ada iman yang lebih kecil dan lebih kecil dari sebuah biji sawi.

Maka beliau pergi dan melakukannya, Kemudian keempat kalinya beliau datang dan kembali memuji dan sujud kepada Allāh, maka dikatakan kepada beliau, “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu” Berkatalah…….. niscaya akan didengar perkataanmu.
Mintalah……. maka kamu akan diberi, dan berikanlah syafaat, niscaya akan diterima syafaatmu.

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata, “Wahai Rabb-ku, izinkan aku untuk memberikan syafā’at kepada setiap orang yang mengatakan ” لا إله إلّا الله “.

Maka Allāh berkata:

Demi keperkasaan-Ku, kebesaran-Ku, keagungan-Ku, dan kemuliaan-Ku sungguh aku akan keluarkan dari neraka orang yang mengatakan ” لا إله إلّا الله “.

Maksudnya adalah orang yang mengatakan لا إله إلّا الله ikhlās dari hatinya dan tidak membatalkannya dengan kesyirikan.

Di dalam shahīh Bukhāri disebutkan bahwasanya di antara amalan yang bisa menjadi sebab kita mendapatkan syafā’at Nabi Muhammad Shallallāhu ‘alayhi wa sallam di akhirat adalah membaca doa setelah mendengar ādzān, yaitu:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّة وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

Dan di antara amalan tersebut adalah bersabar atas kesusahan dan kesempitan hidup di Kota Madināh, kemudian meninggal di dalamnya.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

لَا يَصْبِرُ عَلَى لَأْوَاءِ الْمَدِينَةِ وَشِدَّتِهَا أَحَدٌ مِنْ أُمَّتِي إِلَّا كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَوْ شَهِيدًا

“Tidaklah bersabar seseorang atas kesusahan dan kesempitan hidup di Kota Madināh kemudian dia meninggal, kecuali aku akan menjadi pemberi syafā’at untuknya atau pemberi saksi untuknya di hari kiamat, apabila dia adalah orang islam.”

(Hadīts Riwayat Muslim )

Ada dua golongan dari umat Nabi Muhammad Shallallāhu ‘alayhi wa sallam yang tidak akan mendapatkan syafā’at beliau
Shallallāhu ‘alayhi wa sallam

Beliau bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أُمَّتِي لَنْ تَنَالَهُمَا شَفَاعَتِي: إِمَامٌ ظَلُومٌ غَشُوم ٌ، وَكُلُ غَالٍ مَارِقٍ

“Dua golongan dari umatku yang tidak akan mendapatkan syafa’atku, pemimpin yang dzalim dan setiap orang yang berlebih-lebihan di dalam agama”

(Hadīts Hasan Riwayat At-Thabrani di dalam Al-Mu’jamul Kabiir ).

Kita memohon kepada Allāh semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla menerima syafā’at Nabi Muhammad Shallallāhu ‘alayhi wa sallam untuk kita semua.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print


Halaqah – 61 Syafaat Bagi Para Pelaku Dosa Besar Bagian 3

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-61 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang “Syafa’at Bagi Para Pelaku Dosa Besar Bagian Yang Ketiga”

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwasanya ada di antara umat beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam yang akan memberikan syafa’at bagi dua dan tiga orang.

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَشْفَعُ لِلرَّجُلَيْنِ وَالثَّلَاثَةِ

“Sesungguhnya seseorang sungguh akan memberikan syafa’at bagi dua orang dan tiga orang”

(Hadīts Shahīh Riwayat Al-Bazzar)

⇒Para syuhada akan Allāh berikan kesempatan untuk memberikan syafa’at bagi 70 orang kerabatnya.

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

يَشْفَعُ الشَّهِيدُ فِي سَبْعِينَ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ

“Orang yang mati syahīd akan memberikan syafa’at bagi 70 orang kerabatnya.”

(Hadīts Shahīh Riwayat Abū Dāwūd)

Sebuah kebahagiaan yang luar biasa, seseorang memberi syafa’at untuk orang tua, anak-anak, istri dan saudara-saudaranya di saat mereka sangat membutuhkan.

Ada di antara umat beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam yang akan memberi syafa’at untuk orang banyak.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Akan masuk surga lebih dari jumlah Bani Taamim dengan sebab syafa’at satu orang dari umatku,

Dikatakan kepada beliau,

“Yā Rasūlullāh, apakah orang itu adalah selain dirimu?”

Beliau menjawab:

“Iya, dia adalah orang lain selain diriku.”

(Hadīts Riwayat At-Tirmidzi)

⇒Bani Taamim adalah kabilah yang terkenal besar di zaman Nabi Shallallāhu ‘alayhi wa sallam

Semakin besar imān seseorang, maka akan semakin besar harapan untuk bisa memberi syafa’at kepada orang lain.

Orang yang banyak melaknat orang lain di dunia tidak bisa memberikan syafa’at di hari kiamat.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ الّلَعَانِيْنَ لَا يَكُوْنُوْنَ شُهَدَاءَ وَلَا شُفَعَاءَ يَوْمَ القِيَامَةِ

“Orang-orang yang banyak melaknat tidak akan menjadi saksi dan tidak akan memberi syafa’at di hari kiamat.”

(Hadīts Riwayat Muslim)

Anak-anak orang yang berimān yang meninggal sebelum dewasa akan memberikan syafa’at bagi kedua orang tuanya.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Anak-anak kecil dari orang-orang yang berimān akan menjadi daanish surga”

⇒Arti daanish adalah jentik-jentik nyamuk yang senantiasa ada di kolam.

Maksud beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bahwasanya anak-anak kecil tersebut pasti akan masuk surga dan tidak akan pernah meninggalkannya.

Kemudian beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:

“Salah seorang di antara mereka menemui ayahnya atau kedua orang tuanya kemudian memegang pakaian atau memegang tangannya seperti aku mengambil ujung pakaianmu ini, Maka dia tidak akan melepaskan pegangannya sampai Allāh memasukkan dia dan kedua orangtuanya ke dalam surga.”

(Hadīts Riwayat Muslim)

Ini adalah kabar gembira bagi setiap orang tua yang bersabar ketika diuji oleh Allāh dengan meninggalnya anak yang belum dewasa.

Puasa dan Al-Quran akan memberikan syafa’at.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Puasa dan Al-Quran akan memberikan syafa’at pada hari kiamat untuk seorang hamba” Puasa berkata,

Wahai Rabb-ku aku telah menahannya dari makan dan syahwatnya di siang hari. Maka terimalah syafa’atku untuknya.

Al Qurān berkata:

Wahai Rabb-ku sesungguhnya aku telah mencegahnya dari tidur di malam hari, Maka terimalah syafa’atku untuknya.

Maka diterimalah syafa’at keduanya.”

(Hadīts Shahīh Riwayat Ahmad di dalam Musnad beliau).

Ini adalah dorongan bagi seseorang untuk berpuasa karena Allāh dan menjaga adab-adabnya. Dan dorongan untuk membaca Al Qurān karena Allāh dan menunaikan hak-haknya. Demikianlah mereka akan memberikan syafa’at setelah diizinkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, sebagai bentuk pemuliaan Allāh kepada mereka.

Orang-orang yang bertauhīd sajalah yang akan mendapatkan syafa’at.

Adapun orang-orang musyrik, orang-orang kāfir dan orang-orang munāfiq, maka mereka tidak akan mendapatkan syafa’at.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

فَمَا تَنفَعُهُمۡ شَفَـٰعَةُ ٱلشَّـٰفِعِينَ

“Maka tidak akan bermanfaat bagi mereka syafa’at orang-orang yang memberikan syafa’at.”

(QS Al-Mudatsir : 48)

Orang-orang yang berdo’a kepada nabi atau malāikat atau Orang-orang yang shālih dengan alasan ingin mendapatkan syafa’at mereka, justru tidak mendapatkan syafa’at, karena mereka telah membatalkan imān mereka dengan menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta’āla di dalam beribadah.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print


Halaqah – 62 Al-Qontoroh dan Qisos Antara Orang-orang Yang Beriman

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke- 62 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang “Al Qantharah Dan Qishāsh Diantara Orang-orang Yang Berimān”

◆ Secara bahasa

Al-Qantharah secara bahasa adalah jembatan.

◆ Secara syar’iat

Al-Qontoroh adalah jembatan lain setelah sirāth yang terletak antara neraka dan surga (tempat berkumpulnya orang-orang yang berimān setelah melewati neraka sebelum masuk ke dalam surga).

⇒Termasuk berimān kepada hari akhir adalah berimān dengan adanya Al-Qantarah ini.

Tempat akan dibersihkan hati-hati orang yang berimān dengan di qishāsh di antara mereka.

⇒Dan ini menunjukkan keadilah Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

يخْلُصُ الْمُؤْمِنُونَ مِنَ النَّارِ فَيُحْبَسُونَ عَلَى قَنْطَرَةٍ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ فَيُقَصُّ لِبَعْضِهِمْ مِنْ بَعْضٍ مَظَالِمُ كَانَتْ بَيْنَهُمْ فِي الدُّنْيَا حَتَّى إِذَا هُذِّبُوا وَنُقُّوا أُذِنَ لَهُمْ فِي دُخُولِ الْجَنَّةِ، فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَأَحَدُهُمْ أَهْدَى بِمَنْزِلِهِ فِي الْجَنَّةِ مِنْهُ بِمَنْزِلِهِ كَانَ فِي الدُّنْيَا

“Orang-orang yang berimān yang selamat dari neraka, mereka akan ditahan di Al-Qantharah (antara surga dan neraka) Kemudian di qishāsh kezhāliman-kezhāliman yang terjadi di antara mereka di dunia.

Sehingga apabila sudah dibersihkan dan disucikan, mereka akan diizinkan untuk masuk surga.

Dan demi dzat Yang Jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, Sungguh salah seorang dari mereka lebih mengetahui rumahnya di surga dari pada rumahnya di dunia.”

(Hadīts Riwayat Bukhāri)

Yang akan dibersihkan di sini adalah ghill yang ada di dalam hati orang-orang yang berimān (hasad, dendam, kebencian dan lain-lain) yang kadang terjadi di antara mereka.

Semakin bersih hati seseorang di dunia dari ghill maka akan semakin sebentar qishāsh-nya dan akan semakin cepat dia masuk ke dalam surga.

Sebaliknya, semakin banyak ghill (hasad, dendam dan kebencian kepada sesama orang yang berimān) maka akan semakin lama qishāshnya dan semakin lama dia masuk ke dalam surga.

⇒Qishāsh di Al-Qantharah ini terjadi di antara orang-orang berimān saja, dengan maksud pembersihan hati.

Adapun qishāsh di Padang Mahsyar, maka untuk semua makhluk (kāfir maupun yang mukmin) Yang mencakup qishāsh karena kezhāliman harta, fisik maupun kehormatan.

Apabila sudah bersih dari ghill barulah mereka bisa masuk surga, Karena tidak masuk surga kecuali orang yang sudah benar-benar bersih dan baik keadaannya.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَنَزَعۡنَا مَا فِى صُدُورِهِم مِّنۡ غِلٍّ إِخۡوَٲنًا عَلَىٰ سُرُرٍ۬ مُّتَقَـٰبِلِينَ

“Dan Kami akan hilangkan ghill dari dada-dada mereka”.

(QS Al-Hijr : 47)

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla membersihkan hati kita dan saudara-saudara kita dari hasad, dendam dan kebencian yang tidak dibenarkan dan semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang mudah untuk memaafkan orang lain.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print






Tidak ada komentar:

Posting Komentar