Jangan Pamerkan Amal

 Jika Amal Kebaikan sudah dipamerkan di Alam Maya. Lantas, apa yang akan anda Persembahkan dihadapan-Nya..??

Hadits Qudsi, Alloh Ta'ala berfirman :
"Aku paling tidak butuh pada sekutu-sekutu, barangsiapa yang beramal sebuah amal

kemudian dia menyekutukan-Ku di dalamnya maka Aku tinggalkan dia dan syiriknya"
(HR. Muslim)

Syarat paling utama suatu amalan diterima di sisi Allah adalah ikhlas. Tanpanya, amalan seseorang akan sia-sia belaka. Syaitan tidak henti-hentinya memalingkan manusia,

menjauhkan mereka dari keikhlasan. Salah satunya adala melalui pintu riya’ yang banyak tidak disadari setiap hamba.

Yang dimaksud riya’ adalah melakukan suatu amalan agar orang lain bisa melihatnya kemudian memuji dirinya. Termasuk ke dalam riya’ yaitu sum’ah, yakni melakukan suatu amalan agar orang lain mendengar

https://t.me/belajarsunnahs
Apa yang kita lakukan, sehinga pujian dan ketenaran pun datang tenar. Riya’ dan semua derivatnya merupakan perbuatan dosa dan merupakan sifat orang-orang munafik.

———————ㅤㅤ
🔸 Silahkan gabung di group WhatsApp MENGAJI MUSLIMAH10
https://chat.whatsapp.com/HLsUWpzMDpm6U6flheKFYb






Jadi 100% Kamu!

SUMBER : https://qep.co.id/2022/04/12/jadi-100-kamu/

Herry Tjahjono dalam Becoming XO Employee mencoba memotivasi karyawan untuk menjadi X (Extra) O (Ordinary) alias luar biasa. 

Seperti Hillon I. Goa dalam Semua Orang Bisa Hebat. Ingat tokoh ternama, orang sukses bisa melejit walau nggak punya gelar. 

Kita kenal banyak nama seperti Andrie Wongso. Ia tidak punya ijazah SD. Tapi, kok huebat bisa jadi motivator dan trainer ngetop, penulis buku best seller, jadi jutawan. 

Bob Sadino, Sukiatno (Es Teller 77) juga jutawan walau Cuma punya ijazah SMP! 

Alim Markus tidak lulus SMP malah punya 40 perusahaan berskala nasional. 

Dale Carnegie penulis top juga tanpa ijazah sarjana. 

Di sekeliling saya juga banyak. 

Ada bos sukses yang dulunya pegawai toko alat tulis di Malioboro. 

Ada wartawan jadi dosen. Setelah mengembangkan potensinya, eh sekarang jadi pengacara sukses punya klien orang-orang top. Sayangnya tidak boleh menyebut namanya.

Di sebuah salon terkemuka ada customer service yang berhasil diangkat jadi kepala cabang di Semarang. 

Ada seorang dosen di kemudian hari jadi trainer, advisor bank dan konsultan SDM. 

Padahal, bukan lulusan Manajemen maupun Psikologi. Bahkan, sempat meraih 5 penghargaan nasional dan internasional.


Mau tau kitanya? Ini racikannya, resep dari ‘Biasa jadi Luar Biasa’:

  • Kita harus punya tujuan (goal), mau melejit jadi apa. Perungsaha, manajer, trainer, motivator, asal jangan koruptor (he..he..).
  • Memiliki mindset Jangan bilang, “Aku Cuma karyawan, orang upahan”. Tapi, harus tepuk dada dan bilang, “Aku orang yang menciptakan karya, yang diperlukan perusahaan”.
  • Cari the best in me (kelebihan yang ada) dan kembangkan.
  • Cintai pekerjaan kita supaya bisa bangga, antusias, dan all out!
  • Memiliki mental berkelimpahan: berani mencoba, suka cari solusi, semangat climber, win-win, tidak menghalalkan segala cara, dll.
  • Lakukan yang sesuai dengan nilai-nilai perusahaan tempat kita bekerja.
  • Give first! Always think how you can help other (apa yang bisa kuberikan kepada perusahaan dan rekan kerja?)
  • Jangan lupa manajemen waktu dan manajemen kantong, oke?
  • Jadilah karyawan pembelajar dengan terus mengembangkan the best in me. Ingat Confusius: Aku lihat, aku tahu. Aku dengar, aku ingat. Aku lakukan, aku bisa!
  • Punya motto: Semua Orang Bisa Hebat



Peran Religiusitas terhadap Quarter-Life Crisis (QLC) pada Mahasiswa

 

Peran Religiusitas terhadap Quarter-Life Crisis (QLC) pada Mahasiswa


Studi dalam jurnal ini menemukan bahwa religiusitas memiliki peran yang signifikan dalam meredakan Quarter Life Crisis (QLC) pada mahasiswa. Religiusitas bertindak sebagai mekanisme koping (pertahanan mental) yang membantu individu menemukan makna hidup, mengurangi kecemasan, dan memberikan arah di tengah ketidakpastian masa depan.
Berikut adalah ringkasan poin kunci mengenai peran tersebut:
  • Penerimaan Diri: Tingkat religiusitas yang tinggi berkorelasi dengan rasa syukur dan tawakal yang lebih baik, membantu mahasiswa menerima kenyataan dan meminimalkan keraguan diri (self-doubt).
  • Koping Stres: Nilai-nilai agama membantu mahasiswa mengelola kecemasan akademik dan ketidakpastian karier, mengubah persepsi akan krisis menjadi tantangan yang lebih positif.
  • Makna Hidup: Komitmen spiritual memberikan tujuan hidup yang lebih jelas, mengurangi kehampaan dan perasaan tertinggal (FOMO) dibandingkan teman sebaya.
Untuk membaca pembahasan selengkapnya dari penelitian terkait, Anda dapat mengakses artikel asli dan melihat metodologi penelitian kuantitatifnya secara langsung melalui repositori Neliti atau laman resmi Gadjah Mada Journal of Psychology.







Type Quitters - Campers - Climbers

 Kenali 3 Tipe Manusia Berdasarkan Gagasan Stoltz

Sumber :

https://qep.co.id/2020/12/21/kenali-3-tipe-manusia-berdasarkan-gagasan-stoltz/


Adversity Quotient atau AQ sangat penting untuk diasah, agar bisa mencapai kesuksesan hidup. Jenis kecerdasan ini mengukur seberapa besar seseorang memiliki ketahanan terhadap suatu tantangan maupun masalah dalam hidupnya.

Orang dengan AQ tinggi cenderung siap dengan berbagai kegagalan yang dihadapinya, serta tidak menyalahkan orang lain. Hal ini karena individu merasa bahwa kegagalan adalah awal untuk mencapai keberhasilan.

Berbicara mengenai hubungan karakteristik seseorang dengan ketahanannya, Paul G. Stoltz membagi tipe kemampuan manusia atau tipe AQ menjadi tiga jenis. Stoltz mengibaratkan kemampuan manusia dalam menghadapi tantangan seperti mendaki sebuah gunung. Berikut penjelasan mengenai tiga tipe kemampuan manusia menurut Stoltz, yang dikaitkan dengan Hierarki Maslow.

Quitters

Hampir 60% manusia di dunia adalah tipe quitters

Tipe ini ditujukan untuk seseorang, yang mudah keluar dan berhenti 

dalam menghadapi suatu masalah maupun tantangan kehidupan.

Orang dengan tipe quitters hanya bekerja dan hidup sekadarnya, 

memiliki sedikit ambisi, dan sedikit semangat. 

Individu juga tidak menyukai perubahan-perubahan yang ada, 

sehingga mudah menyerah ketika berada di tengah jalan.

Quitters dianalogikan sebagai pendaki yang berhenti naik gunung. 

Ada beberapa alasan mengapa pendaki tersebut tidak mau melanjutkan 

proses pendakiannya. Di antaranya adalah takut sulit, takut akan suhu yang ekstrem, 

maupun takut jika jatuh dari ketinggian.

Tipe ini juga cepat merasa puas dengan pemenuhan kebutuhan dasar atau 

fisiologis. Dalam Hierarki Maslow, quitters berada pada pemenuhan kebutuhan fisiologis, 

yang letaknya ada di dasar piramida.

Seseorang dengan tipe quitters memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Menghindari tantangan dan kewajiban.
  • Berhenti di tengah jalan.
  • Tidak menyukai perubahan-perubahan hidup.
  • Pasif dan tidak termotivasi.
  • Menolak kesempatan berharga yang penuh tantangan.
  • Mudah mengeluh dan menyalahkan kondisi.

Campers

Berbeda dengan campers, yang telah mencoba dan berjuang. 

30% penduduk di dunia biasanya akan mencoba terlebih dahulu ketika menghadapi kesulitan. Seseorang dengan tipe campers masih memiliki motivasi untuk berjuang.

Akan tetapi, individu tidak merasa cukup untuk mengejar cita-citanya. 

Sehingga, tipe ini akan berhenti di tengah jalan, karena sudah bosan 

dan jenuh terhadap situasi.

Campers dianalogikan sebagai pendaki yang memilih untuk berkemah 

di tengah pendakian. Hal ini karena rasa lelah yang dialaminya, 

serta nyaman dengan pemandangan yang indah. 

Udara yang sejuk juga membuat seseorang betah untuk berkemah terlalu lama, 

tanpa harus mendaki lagi.

Dalam Hierarki Maslow, tipe campers berada pada pemenuhan kebutuhan 

rasa aman dan nyaman, yang berada di atas kebutuhan fisiologis dari piramida.

Seseorang dengan tipe campers memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Masih rela berjuang sampai di titik sudah merasa jenuh dan bosan.
  • Menyukai dan mengikuti perubahan yang ada.
  • Berani menghadapi tantangan, tetapi tidak berlangsung lama.
  • Mudah merasa puas, aman, dan nyaman.
  • Senang bersantai.
  • Menghentikan sekaligus melepaskan kesempatan untuk maju dan berkembang.

Climbers

Tipe ini adalah tipe pendaki setia. Sesuai dengan namanya, 

climbers ditujukan untuk orang yang dapat mencapai kesuksesan dalam hidup. 

Individu selalu pantang menyerah ketika menghadapi suatu tantangan kehidupan.

Seusai beristirahat, orang dengan tipe ini masih terus berjuang, optimis, 

dan memiliki motivasi tinggi untuk meraih cita-citanya. 

Selama berjuang, climbers tidak terbawa oleh hambatan-hambatan s

eperti gunjingan, usia, jenis kelamin, dan lainnya. 

Apabila ingin berlatih menjadi tipe ini, individu dapat mengikuti pelatihan 

dan pengembangan SDM, agar bisa menjadi pribadi yang bisa menghadapi tantangan tanpa berputus asa.

Climbers dianalogikan sebagai pendaki yang terus mendaki sampai ke atas. 

Meskipun terhalang oleh badai, hujan, dan panas terik, 

pendaki ini tidak menghiraukannya. Ketika merasa lelah, 

tipe climbers akan beristirahat dan berkemah. 

Namun, setelah energinya terisi, barulah melanjutkan pendakiannya.

Dalam Hierarki Maslow, tipe climbers terus berupaya untuk mencapai puncak 

kebutuhan aktualisasi diri, yang berada di puncak piramida.

Seseorang dengan tipe climbers memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Terbuka akan setiap peluang yang bagus.
  • Tidak menghiraukan hambatan-hambatan yang menghalangi kemajuannya.
  • Kreatif, sangat termotivasi, dan optimis.
  • Suka belajar hal-hal baru.
  • Menyukai tantangan hidup.
  • Tidak mudah menyerah maupun putus asa.
  • Tidak mudah mengeluh.

Kesimpulan

Itulah penjelasan lengkap mengenai tiga tipe kemampuan manusia 

dalam menghadapi tantangan hidup, menurut Stoltz. 

Ketiganya diibaratkan seperti tipe pendaki yang hendak mendaki gunung. 

Pertama adalah Quitters, yang hanya berada di pos awal 

tanpa mau mencoba sebuah tantangan.

Kemudian ada Campers, yang sudah berusaha semampunya, 

namun tidak ada niat untuk melanjutkan tantangannya.

Terakhir, adalah Climbers, yang bisa dikatakan memiliki AQ tinggi, 

karena kegigihannya untuk menerjang badai atau tantangan demi mencapai puncak sukses. 

Tipe Climbers inilah yang dianggap mahir dalam mengasah AQ dengan terus belajar dari kegagalan dan permasalahan.

Penting bagi individu untuk meningkatkan dan mengukur kecerdasan yang dimilikinya dengan mengikuti tes kecerdasan seperti tes IQ online. Selain melatih kecerdasannya, individu juga dapat berlatih menjadi kepribadian yang baik dan profesional selama bekerja melalui pelatihan dan pengembangan SDM, yang kini bisa dilakukan secara online.

Program tes IQ online maupun pelatihan dan pengembangan SDM, bisa didapatkan di Quantum Edukasindo Paradigma. Sebagai salah satu biro psikologi berpengalaman, Quantum Edukasindo Paradigma menawarkan sejumlah program menarik untuk membentuk dan melatih SDM agar bisa menjadi sosok yang terampil dan cerdas.

KISAH BOCAH DALAM GENDONGAN YANG BERBICARA

 Faedah Ringkas kajian kitab Shahih Al Qashash An - Nabawiy

Ahad,17 Mei 2026

القصة السادسة والعشرون:

قصة المتكلم في المهد الذي دعا الله أن لا يجعله كا كجبار

مهيد


أخبرنا الرسول ﷺ أن الذين تكلموا في المهد في تاريخ البشرية ثلاثة، الأول عيسى عليه السلام، وخبره مفصل في القرآن، والثاني صاحب جريج، وقد سبق ذكر قصته، والثالث هذا الطفل الذي خالف أمه فيما دعت به.

نص الحديث

روي البخاري في صحيحه عن أبي هريرة عن النبي ﷺ قال: (كَانَتِ امْرَأَةٌ تُرْضِعُ انَّا لَهَا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ، فَمَرَّ بِهَا رَجُلٌ رَاكِبٌ ذُو شَارَةٍ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ اجْعَلِ النِي مِثْلَهُ، فَتَرَكَ ثَدْيَهَا، وَأَقْبَلَ عَلَى الرَّاكِبِ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنِي مِثْلَهُ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى ثَدْيهَا يَمَصُّهُ ، قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ ، كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ يَمَصُّ إِصْبَعَهُ .

ثُمَّ مُرَّ بِأَمَةٍ، فَقَالَتِ: اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلِ ابْنِي مِثْلَ هَذِهِ، فَتَرَكَ ثَدْيَهَا، فَقَالَ: اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِثْلَهَا، فَقَالَتْ: لِمَ ذَاكَ؟ فَقَالَ: الرَّاكِبُ جَبَّارٌ مِنَ الْحَبَابِرَةِ، وَهَذِهِ الأمةُ يَقُولُونَ سَرَقْتِ زَنَيْتِ وَلَمْ تَفْعَلْ ).

ونص الحديث عند مسلم: ( بَنَا صَبِيٌّ يَرْضَعُ مِنْ أُمِّهِ، فَمَرَّ رَجُلٌ رَاكِبٌ عَلَى دَابَّةٍ فَارِهَةٍ وَشَارَةٍ حَسَنَةٍ، فَقَالَتْ أُمُّهُ اللَّهُمَّ اجْعَلِ ابْنِي مِثْلَ هَذَا، فَتَرَكَ الشَّدْيَ وَأَقْبَلَ إِلَيْهِ فَنَظَرَ إِلَيْهِ فَقَالَ اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنِي مِثْلَهُ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى ثَدْبِهِ فَجَعَلَ يَرْتَضِعُ قَالَ: فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى رَسُولِ الله ﷺ وَهُوَ يَحْكِي ارْتِضَاعَهُ بِإِصْبَعِهِ السَّبَابَةِ فِي نيهِ، فَجَعَلَ يَمُصُّهَا، قَالَ: وَمَرُّوا بِحَارِبَةٍ وَهُمْ يَصْرِبُونَهَا، وَيَقُولُونَ: رَيْتِ سرقت، وَهِيَ تَقُولُ حَسْبِيَ الله وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، فَقَالَتْ أُمه: اللهم لا تجعل أبني مِثْلَهَا، فَتَرَكَ الرَّضَاعَ وَنَظَرَ إِلَيْهَا، فَقَالَ: اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِثْلَهَا .

فَهُنَاكَ تَرَاجَعَا الْحَدِيثَ، فَقَالَتْ: خَلْقَى، مَرَّ رَجُلٌ حَسَنُ الْهَيْئَةِ فَقُلْتُ: اللَّهُمَّ اجعل التي مِثْلَهُ، فَقُلْتَ: اللهم لا تَجْعَلْنِي مِثْلَهُ، وَمَرُّوا بِهَذِهِ الْأُمَّةِ وَهُمْ يَضْرِبُونَهَا ، وَيَقُولُونَ: زَنَيْتِ، سَرَقْتِ، فَقُلْتُ: اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلِ ابْنِي مِثْلَهَا، فَقُلْتَ: اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِثْلَهَا، قَالَ: إِنَّ ذَاكَ الرَّجُلَ كَانَ حِبَّارًا، فَقُلْتُ: اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنِي مِثْلَهُ، وَإِنَّ هَذِهِ يَقُولُونَ لَهَا: زَنَيْتِ وَلَمْ تَزْنِ، وَسَرَقْتِ وَلَمْ تَسْرِقُ، فَقُلْتُ: اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِثْلَهَا ) .

تخريج الحديث

سبق تخريج الحديث في قصة جريج، فالقصتان جاءتا في حديث واحد.

غريب الحديث

ذو شارة حسنة الشارة الحسنة تعني جمال المظهر في الهيئة والملبس والمركب. الجبار العاتي المتكبر القاهر للناس.

فارهة قوية.

حلقي: دعاء مفاده أصابه الله يوجع في حلقه، وهو دعاء يقوله الإنسان عندما يستثار، لا يريد به الإضرار بالمدعو عليه.


شرح الحديث

حدثنا الرسول الله في هذا الحديث عن الثلاثة الذين تكلموا في المهد، فعيسى أرهم، وجريج ثانيهم، وثالثهم هذا الطفل الرضيع كانت أمه تجلس به على قارعة الطريق ترضعه، فمر بها وهي في تلك الحال فارس تدل هيأته ولباسه ودابته التي يركبها على أنه صاحب نعمة وثراء مع ما أوتي من مظهر يدل على القوة والصحة والفتوة، فأعجب المرأة، ودعت الله أن يجعل ابنها مثله، فترك الرضيع الندي، وقال: اللهم لا تجعلني مثله، ثم عاد إلى ثدي أمه يمصه، وبرضعه، وحكى لنا رسول الله الهيأة ارتضاع الطفل بوضع إصبعه الشريفة في فمه، ومصه إياها، وهذا يدل على أن ارتضاع ذلك الطفل كان رضاعاً حقيقاً، ولم يقصد الرسول ﷺ به معنى محازياً .

و لم يمض وقت طويل حتى مر على تلك الجارية جمع من الناس يحرُّون جارية ويضربونها، ويقولون لها زنيت، سرقت، وهي تقول: حسبي الله ونعم الوكيل.

فدعت تلك المرأة أن لا يكون ابنها مثل تلك الجارية، فترك رضيعها الشدي ودعا بأن يجعله الله مثلها.

هناك قام حوار بين الرضيع وأمه، وسألته أمه عن السبب في دعائه ربه مخالفا لما دعت به، فأعلمها بإعلام الله له أن الأول كان كافرا طاغية جبارا، وأما الثانية فكانت امرأة صالحة، وقد اتهموها بما اتهموها به كذبا وزورا.


عبر الحديث وفوائده

١ - قد يطلب البشر ما فيه مضرتهم، وينفرون مما فيه صلاحهم، فقد طلبت تلك المرأة أن يكون ابنها مثل ذلك الجبار الكافر، وهي لا تعلم أن في ذلك هلاكه، ودعت أن لا يكون ابنها مثل تلك المرأة الصالحة، وكان الخير أن يكون ابنها مثلها في صلاحها وتقواها، وإن اتهمت بما اتهمت به زورا وبهتانا.


 ۲ - ينبغي على الدعاة أن يستعملوا الوسائل التعليمية لإيضاح العلم وبيان الخير وإقراره في النفوس كما فعل الرسول حين وضع إصبعه في فمه حاكيا رضاعة ذلك الصغير، ويوجد لهذا نظائر في الأحاديث الشريفة، فقد شرحالرسول ﷺ قوله تعالى ﴿وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السبل فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِه ﴾ [الأنعام : ١٥٣] بأن رسم خطا في الرمل، وقال: هذا صراط الله مستقيما، ورسم عن يمينه وشماله خطوطا، وقال: هذه السيل، على كل سبيل منها شيطان يدعو إليه.

٣ - يوجد الله في كل عصر آيات تدل عليه، وتعرف به، وتظهر القيم التي يحبها الله، والقيم التي يبغضها، ومن ذلك كلام هذا الغلام، وعدم رضاه بحال ذلك الجبار، ورضاه بأن يكون مثل الجارية.



KISAH KE 26

📌 KISAH BOCAH DALAM GENDONGAN YANG BERBICARA MEMOHON KEPADA ALLAH AGAR TIDAK MENJADIKANNYA SEPERTI ORANG YANG SOMBONG

PENGANTAR

Rasulullah ﷺ menyatakan bahwa ada tiga bayi yang bisa berbicara sepanjang sejarah manusia. Yang pertama adalah Isa 'Alayhi Salam. Kisahnya disebutkan dalam Al-Qur'an. Yang kedua adalah bayi Juraij dan kisahnya akan dijelaskan kemudian, dan yang ketiga adalah bayi yang menyelisihi harapan ibunya.

Nash Hadits :

Imam Bukhari meriwayatkan dalam Shahih nya dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ bersabda :
"Di kalangan Bani Israil terdapat seorang wanita yang menyusui putranya. Lalu seorang laki-laki berkendara dan berpenampilan menawan melewatinya. Wanita itu berkata, Ya Allah, jadikanlah anakku seperti orang ini. Anak yang disusuinya itu meninggalkan susunya dan memandang laki-laki si pengendara dan berkata, 'Ya Allah, janganlah Engkau menjadikanku sepertinya. Kemudian dia meneruskan mengisap susunya." Abu Hurairah berkata, "Seolah-olah aku melihat Nabi ﷺ mengisap jarinya."

Selanjutnya seorang hamba wanita melewatinya. Ibu berkata, "Ya Allah, jangan jadikan anakku sepertinya." Anak itu meninggalkan susunya dan berkata, "Ya Allah, jadikan aku sepertinya." Wanita itu bertanya, "Mengapa begitu?" Dia menjawab, "Pengendara itu adalah salah seorang yang sombong, sementara hamba sahaya wanita itu dituduh berzina dan mencuri, padahal dia tidak melakukannya."

Nash hadis dalam riwayat Muslim, "Manakala seorang bayi sedang menyusu dari ibunya, seorang pengendara dengan penampilan menarik lewat dengan kendaraan yang mewah. Ibunya berkata, Ya Allah, jadikanlah anakku seperti orang ini. Lalu anaknya meninggalkan puting susu ibunya, memandang laki-laki pengendara itu dan berkata, Ya Allah, jangan jadikan aku sepertinya." Kemudian dia kembali kepada susunya dan meneruskan menyusu." Abu Hurairah berkata, "Seolah-olah aku melihat Rasulullah ﷺ sementara beliau menceritakan bagaimana anak itu menyusu dengan jari telunjuknya di mulutnya, maka beliau mengisapnya." Nabi ﷺ bersabda, "Lalu mereka melewati seorang hamba sahaya yang dipukuli oleh orang-orang. Mereka berkata kepadanya, 'Kamu telah berzina dan mencuri. Sementara hamba sahaya itu menjawab, 'Cukuplah Allah sebagai Penolongku dan Dia adalah sebaik-baik Pelindung. Ibu itu berkata, 'Ya Allah, jangan jadikan anakku sepertinya.' Lalu si anak meninggalkan susunya dan melihat kepada hamba sahaya itu dan berkata, Ya Allah, jadikan aku seperti dia."

Pada saat itulah terjadi perbincangan antara ibu dengan bayi yang disusuinya. Ibunya berkata, "Semoga lehermu sakit. Telah lewat seorang laki-laki dengan penampilan menarik dan aku berkata, Ya Allah, jadikanlah anakku sepertinya, tapi kamu berkata, Ya Allah, jangan jadikan diriku sepertinya. Lalu lewatlah seorang hamba sahaya wanita yang dipukuli dan mereka berkata kepadanya, 'Kamu telah berzina dan mencuri. Lalu aku berkata, Ya Allah, jangan jadikan anakku sepertinya. Dan kamu berkata, Ya Allah, jadikan diriku seperti dia. Anaknya menjawab, "Laki-laki itu adalah laki-laki yang sombong, maka aku berkata, Ya Allah, jangan jadikan aku sepertinya. Dan sesungguhnya wanita yang mereka tuduh berzina dan mencuri, sebenarnya dia tidak berzina dan mencuri. Maka aku berkata, Ya Allah, jadikanlah aku sepertinya."

Takhrij Hadits :

Takhrij hadits akan dijelaskan dalam kisah Juraij. Kedua kisah tertuang dalam satu hadits

Penjelasan Hadits :
Dalam hadits îni Rasulullah ﷺ menyampaikan tentang tiga orang yang bisa berbicara semasa dalam buaian. Isa adalah yang pertama. Bayi Juraij adalah yang kedua, dan yang ketiga adalah bocah yang menyusu ibunya sambil duduk di persimpangan jalan. Dalam kondisi itu datanglah seorang pengendara dengan penampilan yang sangat bagus. Pakaian dan kendaraan yang ditungganginya menunjukkan bahwa dia adalah pemilik nikmat dan kekayaan. Dari penampilannya pula menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang muda, kuat, lagi sehat. Wanita ini mengaguminya, dan dia

memohon kepada Allah supaya menjadikan anaknya seperti laki-laki itu. Anaknya meninggalkan susu ibunya dan berkata, "Ya Allah, jangan jadikan aku sepertinya." Setelah itu dia meneruskan menyusu pada ibunya. Rasulullah menceritakan kepada kita bagaimana anak itu menyusu. Beliau meletakkan jarinya yang mulia di mulutnya dan menghisapnya. Ini menunjukkan bahwa menyusunya bocah itu adalah menyusu yang sebenarnya dan Rasulullah tidak bermaksud pada arti yang majazi (kiasan).

Tidak lama berselang, sekelompok orang melewati wanita itu. Mereka menyeret dan memukuli seorang hamba sahaya. Mereka berkata kepadanya, "Kamu telah berzina dan mencuri." Dan si hamba sahaya menjawab, "Cukuplah Allah sebagai Penolongku dan Dia adalah sebaik-baik Pelindung. Maka wanita itu berdoa agar anaknya tidak seperti hamba sahaya tersebut. Bayi itu langsung meninggalkan susunya dan berdoa supaya dijadikan seperti dia.

Pada saat itulah terjadi perbincangan antara ibu dengan anaknya. Ibu itu bertanya kepada bayinya mengapa dia berdoa yang menyelisihi doanya. Maka si bayi itu memberitahu bahwa laki-laki berpenampilan menarik itu adalah seorang kafir yang durhaka lagi sombong. Adapun hamba sahaya, dia adalah seorang wanita shalihah yang mereka tuduh melakukan sesuatu dilakukannya.

Pelajaran pelajaran dan faedah Hadits :

1. Manusia terkadang meminta sesuatu yang justru bahaya bagi dirinya dan berlari dari sesuatu yang baik baginya. Ibu ini memohon agar anaknya menjadi seperti laki-laki kafir lagi sombong, sementara dia tidak menyadari bahwa itu berarti mencelakakan anaknya. Wanita itu memohon agar anaknya tidak seperti wanita shalihah tersebut, padahal kebaikan menuntut seperti wanita itu dalam keshalihaan dan ketaqwaannya, walaupun dia dituduh telah melakukan sesuatu secara dusta dan palsu.

2. Hendaknya para dai menggunakan sarana pembelajaran untuk menjelaskan, menerangkan dan memantapkan ilmu di dalam jiwa sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah ﷺ ketika beliau meletakkan jarinya di mulutnya untuk menceritakan bagaimana anak itu menyusu dari ibunya. Hal ini banyak ditemukan di dalam hadis-hadis yang mulia. Rasulullah telah menjelaskan firman Allah,

✍🏻 وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِى مُسْتَقِيمًا فَٱتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِۦ ۚ

"Dan bahwa yang Kami perintahkan ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalannya." (QS. Al-An'am: 153)📚

✍🏻 بأن رسم خطا في الرمل، وقال: هذا صراط الله مستقيما، ورسم عن يمينه وشماله خطوطا، وقال: هذه السيل، على كل سبيل منها شيطان يدعو إليه.

Nabi ﷺ membuat garis di atas pasir seraya bersabda, "Inilah jalan yang lurus. Beliau juga meletakkan garis-garis di kanan kirinya dan berkata, "Inilah jalan-jalan yang di masing-masing jalan terdapat setan penyeru."📚

3. Allah menjadikan, di setiap zaman, ayat-ayat yang menunjukkan kebesaran-Nya dan dengannya Dia diketahui. Muncul nilai-nilai yang dicintai oleh Allah dan nilai-nilai yang dibenci oleh Allah; di antaranya adalah ucapan bayi ini, ketidakrelaannya terhadap keadaan laki-laki yang sombong tersebut, dan kerelaannya terhadap dirinya agar bisa seperti hamba sahaya wanita itu.

4 hati hati kita jangan sampai tertipu dengan penampilan seseorang

✍🏻 فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَٰلُهُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُم بِهَا فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنفُسُهُمْ وَهُمْ كَٰفِرُونَ
Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir ( QS At-taubah 55 )📚

✍🏻 وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ

Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum ( QS Al Munafiqun 4 )📚


✍🏻 عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564)📚

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda :

✍🏻 تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“📚


5 kedzaliman adalah sifat yang buruk

✍🏻 عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه عن النبيِّ صلى الله عليه وسلم ، قَالَ: «لا يدخلُ الجنةَ مَن كان في قلبه مِثقال ذرةٍ من كِبر» فقال رجل: إنّ الرجلَ يحب أن يكون ثوبه حسنا، ونَعله حسنة؟ قال: «إنّ الله جميلٌ يحب الجمالَ، الكِبر: بَطَرُ الحق وغَمْطُ الناس».
[صحيح] - [رواه مسلم]

Dari Abdullah bin Mas'ud -raḍiyallāhu 'anhu- dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, beliau bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sifat sombong walaupun sebesar biji sawi." Seorang lelaki bertanya, "Sesungguhnya ada orang yang senang jika pakaiannya bagus dan sandalnya pun bagus." Beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan. Kesombongan itu ialah menolak kebenaran dan merendahkan sesama manusia."
[Hadis sahih] - [Diriwayatkan oleh Muslim]📚


6 pentingnya sabar ketika di fitnah

✍🏻 عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ مِنْ عَطَاءٍ خَيْرٌ وَأَوْسَعُ مِنْ الصَّبْرِ

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ’anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Dan tidakklah seseorang diberi sesuatu (oleh Allah –pent) yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Al-Bukhari, no. 1376 dan Muslim, no. 1745)📚

7 Hakikat baiknya seseorang ada di sisi Allah bukan pandangan manusia

8 seorang ibu boleh mendoakan kebaikan anaknya

9 pentingnya mengucapkan حَسْبِيَ الله وَنِعْمَ الْوَكِيلُ



Penulis Al Faqir Illallah ✍🏻 : Abu Zahra Al Jogjawi

Pemateri Al Fadhil 💺 : Ustadzuna Ahmad Hasanuddin Umar Hafizhahullahu Ta'ala

Tempat 🕌 : Masjid blangkon Al Fath perumahan taman siswa indah

Waktu : 06.00 -07.00